Wakaf Ronting

Wakaf Ronting

100%

Donasi Terkumpul

Rp4.685.000

Sisa Waktu

Rp

Bantu sebarkan Campaign ini

Berdirinya masjid berkubah merah putih ini menjadi perkenalan Dompet Dhuafa dengan tanah Ronting. Kabar sebuah masjid satu-satunya yang nyaris roboh, menggerakan Dompet Dhuafa untuk memugar masjid pada Ramadahan 1438 H.

Masjid Al-Istiqomah, itulah namanya, terus berkembang hingga kini dalam membentangkan kebaikan untuk membangun peradaban di sana. Masjid di pesisir ini sekarang menjadi Masjid kebanggan masyarakat sekitar.

Kawasan yang lokasi tepatnya di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, Kota Borong, Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat Dompet Dhuafa terpukau. Banyak potensi di sana seperti kampung nelayan dan ladang garam, hingga sentra ternak dan wisata yang bisa menjadi penguat perekonomian. Sayangnya, banyak keterbatasan yang Ronting miliki hingga saat ini.

Mengadaptasi Zona Madina Dompet Dhuafa di Parung-Bogor, Dompet Dhuafa mengikhtiarkan Ronting untuk menjadi pusat peradaban Islam di tanah Flores. Mengembangkan dan membangun sarana dan prasarana yang bisa membuat Ronting lebih berdaya.

 

PROGRAM BANGUN RONTING

1. Membangun Kampung Nelayan Terpadu

Kampung Nelayan Terpadu adalah gagasan membuat kampung produktif berbasis potensi dan kearifan nelayan. Gagasan tersebut berfokus pada terbukanya akses kegiatan ekonomi nelayan. Beberapa aktivitas ekonomi nelayan di Kampung Ronting antara lain menangkap ikan, membuat ikan kering, membuat perahu, mengolah kelapa, hingga memproduksi kain khas Flores dengan alat tenun tradisional.

 

2. Membangun Tempat Pelelangan Ikan

Saat ini belum tersedia tempat pelelangan ikan di Kampung Ronting. 130 perahu masyarakat nelayan yang setiap hari menangkap ikan selalu kembali membawa dan menjual hasil tangkapannya secara tidak menentu.

Tidak ada kontrol harga, begitu juga dengan volume tangkapan. Akibatnya, harga yang diperoleh para nelayan tidak pernah seragam. Tidak jarang, hasil tangkapan yang diperoleh hanya impas dengan modal yang dikeluarkan. Belum lagi dibebankan dengan biaya angkut hasil tangkapan.

Melalui pendampingan Dompet Dhuafa, tempat pelelangan ikan akan dibentuk menjadi pasar ikan sekaligus tempat pengelolaan ikan tangkapan. Ikan akan dikemas dengan baik sehingga ikan tangkapan masyarakat menjadi bernilai ekonomis.

 

3. Membangun Depo Solar

Hingga saat ini, Ronting belum dialiri listrik negara. Masyarakat terpaksa menggunakan genset dalam kesehariannya untuk menarik air tanah bagi pertanian. Kebutuhan solar cukup tinggi di Ronting. Jika depo solar diaktifkan di pesisir Ronting, akan memangkan biaya operasional nelayan dan menciptakan transaksi bahan bakar yang cukup besar.

 

4. Pengadaan Dua Unit Kapal Besar

Hasil tangkapan ikan oleh nelayan Ronting terbilang belum optimal. Dengan perahu kecil, masyarakat hanya mampu menangkap ikan-ikan kecil dalam jumlah terbatas. Selain daya muat, daya jelajah kapal kecil tidak mampu menjangkau laut yang lebih dalam. Jika masyarakat diberdayakan dengan modal kapal tangkap ikan yang lebih besar, maka produksi tangkapan masyarakat akan lebih maksimal. Sistem penggunaan kapal dilakukan dengan pola pemberdayaan berbasis koperasi nelayan.

 

5. Sentra Peternakan Sapi

Peternakan sapi di Ronting tidak menggunakan pola kandang, melainkan pola lepas. Pola tersebut sudah menjadi kearifan local bagi masyarakat. Usaha peternakan sapi di Ronting sangat potensial. Selain lahan yang luas, juga tersedia stok pakan yang cukup. Ada banyak sekali tanaman lamtoro yang menjadi pakan utama sapi.

 

6. Program Dakwah Masyarakat

Pesisir Ronting menjadi wilayah dengan muslim paling banyak di Nusa Tenggara Timur. Dalam keterbatasan yang dimiliki Ronting, masyarakat tetap mempertahankan kehidupan keislamannya. Sentra kegiatan masyarakat Ronting nanti akan berpusat di Masjid Al-Istiqomah yang sudah dipugar Dompet Dhuafa.

 

7. Penawaran Lahan Wakaf per-100 m2 Senilai 10 Juta Rupiah

Dimulai pada 2017, Dompet Dhuafa kembali memulai persiapan untuk program Klaster Mandiri di pesisir Ronting. Wilayah yang disasar merupakan desa para nelayan, maka Dompet Dhuafa merencanakan mengembangkan kawasan Desa Nelayan Terpadu.

Secara umum, Kampung Ronting sangat potensial untuk dikembangkan pemberdayaannya mulai dari pesisir, laut, hingga darat. Di pesisir, terdapat bakau dan aliran sungai laut ke darat. Di laut, terdapat ikan yang berlimpah. Di darat, tempat itu produktif untuk budidaya udang, kepiting, hingga tambak garam. Bahkan, sentra peternakannya bisa jauh lebih produktif untuk sentral peternakan sapi bali.

Bukan hanya itu, beragam kegiatan ekonomi yang potensial untuk mensejahterakan masyarakat nelayan. Beberapa kegiatan budaya seperti tenun kain khas flores, oleh-oleh hasil olahan laut, dan budaya yang sangat atraktif khas desa nelayan adalah potensi besar yang akan terus dikembangkan.

 

Sahabat, melalui dukungan dan semangat Gerakan Sejuta Wakif dari semua, Ronting bisa menjadi zona peradaban Islam yang memiliki sejuta potensi dalam lima hingga sepuluh tahun kedepan.

Mari Bangun Ronting. Bangun mimpi kawasan Ronting menjadi pusat peradaban Islam di tanah Flores.

 

Sudah siap untuk berwakaf? #YukWakaf

Caranya:

  1. Masukan nominal wakaf
  2. Klik “Donasi Sekarang”
  3. Klik “Bayar Sekarang”
  4. Klik “Metode Pembayaran”
  5. Lengkapi data, pilih metode pembayaran, dan klik “Bayar Sekarang”

 

Jangan lupa untuk konfirmasi donasi ya, Sahabat.

Tanggal Donatur Nominal
29-11-2019Husna KarimahRp50.000
12-11-2019Firdaus DandyRp20.000
12-11-2019Ravi MaulanaRp10.000
26-10-2019Kika Dhelia KurniawatiRp20.000
29-09-2019Ayu SukoriniRp1.000.000
30-08-2019anggun hapsariRp100.000
26-07-2019Dewi PuspitariniRp1.000.000
29-05-2019wening nurtiasasiRp250.000
25-05-2019Helmi AuliaRp25.000
17-05-2019Bintang RasisoniaRp50.000
07-05-2019Angga Pramanto WiryonoRp750.000
07-05-2019Hamba AllahRp10.000
05-04-2019Mohammad Syarif HidayatullohRp100.000
31-12-2018chandra kurniawanRp1.000.000
20-12-2018Ida NurtjahyaRp300.000
Total Donasi Online Rp4.685.000
Total Donasi Offline Rp0
Total Rp4.685.000